Yep, this semester will be officially end. Yeaaaaaaay yeaaaay yeaaaaaay!
Nah, kurang lebih hectic week itu adalah deadline dari berbagai macam tugas.
Woooohooooo. Saya sih sebenernya stres menghadapi minggu ini, karena ini pasti bikin cuaaaaaaaaapeeek. Sampe makan pun nggak berasa -_____-
Tapi think positive aja, kan mau liburan huehehehe.
Aduh perasaan ini postingan gak jelas banget ya.
Diketik di tengah-tengah menunggu jilid laporan.
Wednesday, December 19, 2012
Friday, December 07, 2012
Kisah Punggung Ayam di Negeri Orang
Aku punya kisah tentang sahabatku yang lahir di negeri orang lalu menjalani kehidupan keluarga imigran yang sederhana.
Setiap kali ibunya hendak menghidangkan daging ayam sebagai lauk, ibunya pergi ke pasar untuk membeli bagian punggungnya saja.
Hanya itu yang ibunya mampu beli.
Sahabatku pun beranjak besar tanpa tahu bahwa ayam memiliki bagian lain selain punggung.
Ia tidak tahu ada paha, dada, atau sayap.
Punggung jadi satu-satunya definisi yang ia punya tentang ayam.
Aku menghela napas, aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta.
Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja.
Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan takkan pernah kumiliki keutuhannya.
Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar, seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan atau hujan,
Sesorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa.
'Sahabat saya itu adalah orang yang berbahagia. Ia menikmati punggung ayam tanpa tau ada bagian lain. Ia hanya mengetahui apa yang ia sanggup miliki. Saya adalah orang yang paling bersedih, karena saya mengetahui apa yang tidak sanggup saya miliki.'
Itu sebagai hadiah kisah sedihku tentang cinta sebatas punggung dan punggung ayam di negeri orang.
Kini aku tidak hanya mengetahui punggungnya saja,
matanya cokelat muda. Itu sudah lebih dari cukup.
Setiap kali ibunya hendak menghidangkan daging ayam sebagai lauk, ibunya pergi ke pasar untuk membeli bagian punggungnya saja.
Hanya itu yang ibunya mampu beli.
Sahabatku pun beranjak besar tanpa tahu bahwa ayam memiliki bagian lain selain punggung.
Ia tidak tahu ada paha, dada, atau sayap.
Punggung jadi satu-satunya definisi yang ia punya tentang ayam.
Aku menghela napas, aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta.
Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja.
Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan takkan pernah kumiliki keutuhannya.
Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar, seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan atau hujan,
Sesorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa.
'Sahabat saya itu adalah orang yang berbahagia. Ia menikmati punggung ayam tanpa tau ada bagian lain. Ia hanya mengetahui apa yang ia sanggup miliki. Saya adalah orang yang paling bersedih, karena saya mengetahui apa yang tidak sanggup saya miliki.'
Itu sebagai hadiah kisah sedihku tentang cinta sebatas punggung dan punggung ayam di negeri orang.
Kini aku tidak hanya mengetahui punggungnya saja,
matanya cokelat muda. Itu sudah lebih dari cukup.
Diambil dari Rectoverso karya Dee. Hanya Isyarat.
Wednesday, December 05, 2012
God of Study
God of Study adalah salah satu drama korea yang bertemakan tentang sekolah, perjuangan, dan persahabatan.
Drama ini merupakan adaptasi dari drama Jepang yang berjudul Dragon Zakura.
Yakk ini dia sinopsis singkatnya.
Drama ini bercerita tentang Kang Suk Ho seorang pengacara yang mengambil alih suatu SMA yang reputasinya udah buruk dan jelek banget. Sekolahnya udah hampir ditutup. Akhirnya Suk Ho mutusin untuk buat kelas spesial yang terdiri dari 5 orang untuk bisa masuk ke universitas paling bagus di Korea. Lima orang ini adalah Hwang Baek Hyun, Gil Pul Ip, Na Hyun Jung, Hong Chan Doo, dan Oh Bong Goo. Mereka berlima awalnya emang ogah-ogahan dan sering demote tapi akhirnya mereka belajar dengan keras buat masuk ke universitas terbaik itu.
Nah, ini dia para pemainnya.
- Kim Soo Ro as Kang Suk Ho
- Bae Doo Na as Han Soo Jung
- Oh Yoon Ah as Jang Ma Ri
- Yoo Seung Ho as Hwang Baek Hyun
- Ji Yeon as Na Hyun Jung
- Go Ah Sung as Gil Pul Ip
- Lee Hyun Woo as Hong Chan Doo
- Lee Chan Ho as Oh Bong Goo
- Byun Hee Bong as Cha Ki Bong
- Lee Byung Joon as Anthony Yang
- Im Ji Eun as Lee Eun Yoo
- Go Joo Yun as Lee Ye Ji
- Shim Hyung Tak as Jang Young Shik
- Park Chil Yong as Ha Sang Kil
- Lee Dal Hyung as Park Kwi Nam
- Im Sung Min as Bae Young Sook
- Kim Young Ok as Lee Boon Yi
- Bang Eun Hee as Han Ae Shim
- Kim Ha Kyoon as Oh Dal Shik
- Park Chul Ho as Hong Choong Shik
- Koo Hye Ryung (구혜령) as Hwang Geum Joo
- Kang Yi Seul as Kim Jung Hee
- Park Hwi Soon (박휘순) as Sa Do Chul
- Hong Il Kwon as (Suk Ho's friend)
- Kim Ye Rang
- Jun Ji Hoo
- T-ara (cameo, ep 7-8)
![]() |
| Lee Chan Ho - Jiyeon- Yoo Seung Ho - Go Ah Sung - Lee Hyun Woo |
Menurutku drama ini bagus, lucu, dan keren banget. Edukatif juga lho!
Ceritanya nggak ngebosenin dan bikin jadi semangat belajar.
Alur ceritanya juga unexpected.
Di balik kehidupuan sekolah mereka, ternyata mereka juga memiliki masalah pribadi yang secara nggak langsung menekan mereka.
Hwang Baek Hyun hobinya cari uang untuk biayain hidup dia sama neneknya (orang tua Hwang Baek Hyun udah meninggal).
Na Hyun Jung juga kasian banget, walaupun dia kaya tapi dia ditinggal pergi sama orang tuanya. Disini agak nggak jelas sih kenapa orang tuanya ninggalin Hyun Jung.
Pulip juga broken home. Ibunya itu wanita penghibur yang suka pergi sama pacarnya, Pulip sering dicuekin sama ibunya.
Hong Chan Doo ini hobi banget nge-dance, cita-citanya memang jadi dancer. Tapi orang tuanya nggak pernah setuju kalau Chan Doo jadi dancer. Orang tuanya pingin Chan Doo masuk universitas yang agus dan sekolah yang bener.
Nah kalo Bong Goo ini lucu. Orang tuanya selalu ngasih dia makanan dan nggak peduli dia pinter atau nggak. Orang tuanya pingin Bong Goo nerusin bisnis restoran keluarganya, jadi dia nggak perlu belajar ekstra keras gitu. Tapi Bong Goo sedih karena dia pingin belajar dan dia pingin orang tuanya support dia belajar.
Kalau guru-gurunya sendiri juga karakternya oke banget.
Di kelas spesial ini Kang Suk Ho nyari guru yang sangat capable untuk mendidik 5 siswa ini.
Guru Han Soo Jung yang selalu menyemangati dan membimbing 5 siswa ini, tapi dia gak diizinin buat ngajar 5 siswa ini karena mungkin kurang capable kali ya huehehehe :p
Tapi bu guru ini baiiiiiiiiik banget.
Guru-guru yang dipanggil sama Kang Suk Ho iu cara ngajarnya unik-unik dan bikin mereka jadi rajin belajar.
Selain cerita sekolah, mereka juga bersahabat dan saling mendukung satu sama lain.
Hmmmmm terjadi cinta segiempat juga di sini antara Hwang Baek Hyun, Na Hyun Jung, Gil Pulip, dan Hong Chan Doo. Agak sedikit rumit sih dan di akhir cerita, masih belum ketebak siapa yang akhirnya jadi couple.
Ngaepnya sih Baek Hyun sama Hyun Jung soalnya cocok bangeeeeeeettttttts.
Nah itu review dari saya. Gimana pada penasaran gak sama ceritanya?
Makanya buru ditonton.
Buat penggemar drama jangan sampe ketinggalan.
Yakkkkkkk sekian dulu ya. mau ngerjain laporan huehehehe
Salam sayang untuk Baek Hyun,
Frela
[Book Review] Perahu Kertas oleh Dee
Hellooooooo, kembali lagi bersama saya Frela dari hiatus yang sangat lama kurang lebih 1 tahun 5 bulan huehehehehe
Saya hadir kembali nih. Pada kangen nggaaaaaaaaakkkkk?
Kali ini blog ini akan berubah konsep lagi. Yuhuuuuuuuu.
Sekarang, saya mau banyakin review2 gitu tentang buku yang saya suka
dan film atau drama2 gitu.
Dari dulu memang pingin banget bikin kayak ginian hehehe
Okeeeeeee kita cekidot langsung aja.
Untuk posing pertama, saya akan mereview buku Perahu Kertas jeng jeng jeng.
![]() |
| Perahu Kertas by Dee |
Kenapa kok Perahu Kertas?
Yap pasti semua udah pada tau, novel karya Dee ini kan fenomenal bangeeeeettttt.
Selain itu saya suka banget sama buku ini hihihi :D
Selain itu saya suka banget sama buku ini hihihi :D
Sebenernya baca novel ini udah dari jaman kelas 2 SMA sih wowowow,
dulu masih awal-awal terbit gitu.
Ini dia profil bukunya.
Judul
Judul
Judul :
Perahu Kertas
Pengarang : Dewi Lestari
Editor : Hermawan Aksan
Penerbit : Truedee Pustaka Sejati
Tahun terbit : Agustus 2009
Pengarang : Dewi Lestari
Editor : Hermawan Aksan
Penerbit : Truedee Pustaka Sejati
Tahun terbit : Agustus 2009
Nah, sekarang mari review.
Review di sini berdasarkan pendapat saya dan sudut pandang saya.
Jadi kalau ada yang gak berkenan ya...... namanya juga pendapat kan.
Perahu Kertas ini bercerita tentang Kugy dan Keenan.
Yak. Siapa Kugy dan siapa pula Keenan?
Mereka adalah dua orang manusia yang punya mimpi yang agak anti-mainstream.
Kugy punya cita-cita jadi pendongeng, sedangkan Keenan jadi pelukis.
Tapi usaha untuk menggapai mimpi mereka ini cukup sulit dan banyak rintangan.
Kugy adalah sesosok cewek mungil yang tergila-gila sama dongeng.
Dia menganggap bahwa diirinya adalah agen Neptunus,
Kugy rutin ngirimin surat yang dilipat jadi perahu kemudian dialirkan ke sungai
tujuannya untuk sampe ke Neptunus.
Di surat-surtanya Kugy sering cerita apapun ke Neptunus.
Kugy bercita-cita jadi pendongeng.
Keenan adalah seorang cowok yang cerdas, unik, dan pandai melukis.
Keenan bercita-cita menjadi pelukis namun ayahnya gak pernah setuju kalau Keenan jadi pelukis. Ayahnya cuma mau Keenan nerusin perusahaan bisnis ayahnya.
Nah, disini Keenan sama Kugy ketemu waktu sama-sama kuliah di Bandung.
Mereka sering menghabiskan waktu bersama dan berbagi cerita akan cita-cita masing-masing. Keenan yang meyakinkan Kugy kalau ia pasti bisa jadi pendongeng begitu juga sebaliknya.
Tanpa disadari mereka saling jatuh cinta, namun mereka tidak pernah menyatakannya secara langsung. Sampai pada suatu saat mereka saling terpisah dan memendam cinta selama bertahun-tahun.
Kugy yang ngebut kuliah hingga lulus dan kerja di kantor advertising dan Keenan yang pergi meninggalkan Jakarta ke Ubud untuk menenangkan diri dan mulai untuk melukis lagi.
Mereka yang tidak pernah memaksakan cintanya namun pada akhirnya mereka kembali bersama lagi.
Karena hati itu dipilih, bukan memilih.
Yaaaaaak, kurang lebih ceritanya gitu.
Ini adalah karya keenam Dewi Lestari yang bernama pena Dee.
Menurut saya, ini adalah novel Dee yang paling ringan untuk dibaca.
Ceritanya mengalir seperti hidup dan memiliki nyawa, pencitraan yang dilakukan oleh Dee pun sangat baik sehingga sebagai pembaca dapat membayangkan kondisi dan tempat yang ada pada novel tersebut.
Karakter yang dibangun pun begitu unik dan out of the box.
Bahasa dan diksi yang digunakan pun sangat menarik, tidak njelimet, dan asyik untuk diikuti.
Novel ini juga jadi best seller yang kemudian diangkat ke layar lebar yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film nya pun tidak kalah fenomenal.
Intinya, novel ini recommended dan worth it banget untuk dibaca.
Bikin penasaran dan nggak ngebosenin. Yuhuuuuuuuuuuu.
Okeeeeee, sekian dulu review Perahu Kertas nya.
Sampai jumpa di postingan berikutnya.
Salam zuper hectic,
Frela Putri :)
Kugy bercita-cita jadi pendongeng.
Keenan adalah seorang cowok yang cerdas, unik, dan pandai melukis.
Keenan bercita-cita menjadi pelukis namun ayahnya gak pernah setuju kalau Keenan jadi pelukis. Ayahnya cuma mau Keenan nerusin perusahaan bisnis ayahnya.
Nah, disini Keenan sama Kugy ketemu waktu sama-sama kuliah di Bandung.
Mereka sering menghabiskan waktu bersama dan berbagi cerita akan cita-cita masing-masing. Keenan yang meyakinkan Kugy kalau ia pasti bisa jadi pendongeng begitu juga sebaliknya.
Tanpa disadari mereka saling jatuh cinta, namun mereka tidak pernah menyatakannya secara langsung. Sampai pada suatu saat mereka saling terpisah dan memendam cinta selama bertahun-tahun.
Kugy yang ngebut kuliah hingga lulus dan kerja di kantor advertising dan Keenan yang pergi meninggalkan Jakarta ke Ubud untuk menenangkan diri dan mulai untuk melukis lagi.
Mereka yang tidak pernah memaksakan cintanya namun pada akhirnya mereka kembali bersama lagi.
Karena hati itu dipilih, bukan memilih.
Yaaaaaak, kurang lebih ceritanya gitu.
Ini adalah karya keenam Dewi Lestari yang bernama pena Dee.
Menurut saya, ini adalah novel Dee yang paling ringan untuk dibaca.
Ceritanya mengalir seperti hidup dan memiliki nyawa, pencitraan yang dilakukan oleh Dee pun sangat baik sehingga sebagai pembaca dapat membayangkan kondisi dan tempat yang ada pada novel tersebut.
Karakter yang dibangun pun begitu unik dan out of the box.
Bahasa dan diksi yang digunakan pun sangat menarik, tidak njelimet, dan asyik untuk diikuti.
Novel ini juga jadi best seller yang kemudian diangkat ke layar lebar yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film nya pun tidak kalah fenomenal.
Intinya, novel ini recommended dan worth it banget untuk dibaca.
Bikin penasaran dan nggak ngebosenin. Yuhuuuuuuuuuuu.
Okeeeeee, sekian dulu review Perahu Kertas nya.
Sampai jumpa di postingan berikutnya.
Salam zuper hectic,
Frela Putri :)
Tuesday, December 04, 2012
Kenapa Bukan Aku?
Sebenernya saya nyadur postingan ini dari postingannya Olisaurus,
yang harus saya akuin kalo saya juga pernah ngerasain apa yang sekarang dirasain Oli.
Tapi, masalah saya bukan soal cinta tapi lebih ke kehidupan secara universal.
So, cekidot nih!
Sebenernya saya suka banget sama kata-kata Pak Mario Teguh, gini nih.
“Yang kau sukai belum tentu baik bagimu. Jika untuk mendapatkan yang kau sukai, engkau sering gagal dan menuai dalam kekecewaan, maka sebaiknya engkau belajar menyukai yang tak kau sukai. Lalu temukanlah kesukaan untuk menjadikan dirimu produktif, agar engkau menjadi pribadi dengan kedamaian dan kesejahteraan yang kau sukai. Sadarilah, Tuhan sering menggunakan yang tak kau sukai sebagai penuntun bagimu.”
Statement yang sebenarnya sederhana tapi nyata.
Emang bener kalo apa yang kita sukai itu belum tentu baik buat kita,
alias kita tidak begitu membutuhkan apa yang kita suka itu.
So, Tuhan itu memang tau pa yang terbaik bagi kita.
Kita harus tetep jadi orang yang berguna bagi orang lain.
Mencoba mencintai hal yang tidak kita sukai awalnya memang sulit,
tapi seiring dengan berjalannya waktu saya percaya kalau saya bisa.
Tuhan selalu ada bersama kita.
Inilah kehidupan, semuanya harus kita terima dengan ikhlas :)
Inget juga kata Patrick Star, "Hidup itu tidak adil, jadi biasakanlah"
So, here. Don't let ourself down and cheer up :)))
yang harus saya akuin kalo saya juga pernah ngerasain apa yang sekarang dirasain Oli.
Tapi, masalah saya bukan soal cinta tapi lebih ke kehidupan secara universal.
So, cekidot nih!
Sebenernya saya suka banget sama kata-kata Pak Mario Teguh, gini nih.
“Yang kau sukai belum tentu baik bagimu. Jika untuk mendapatkan yang kau sukai, engkau sering gagal dan menuai dalam kekecewaan, maka sebaiknya engkau belajar menyukai yang tak kau sukai. Lalu temukanlah kesukaan untuk menjadikan dirimu produktif, agar engkau menjadi pribadi dengan kedamaian dan kesejahteraan yang kau sukai. Sadarilah, Tuhan sering menggunakan yang tak kau sukai sebagai penuntun bagimu.”
Statement yang sebenarnya sederhana tapi nyata.
Emang bener kalo apa yang kita sukai itu belum tentu baik buat kita,
alias kita tidak begitu membutuhkan apa yang kita suka itu.
So, Tuhan itu memang tau pa yang terbaik bagi kita.
Kita harus tetep jadi orang yang berguna bagi orang lain.
Mencoba mencintai hal yang tidak kita sukai awalnya memang sulit,
tapi seiring dengan berjalannya waktu saya percaya kalau saya bisa.
Tuhan selalu ada bersama kita.
Inilah kehidupan, semuanya harus kita terima dengan ikhlas :)
Inget juga kata Patrick Star, "Hidup itu tidak adil, jadi biasakanlah"
So, here. Don't let ourself down and cheer up :)))
Subscribe to:
Posts (Atom)
[Book Review] Supernova: Inteligensi Embun Pagi oleh Dee
Hai, hai, hai kalian semua yang gak sengaja mampir ke blog ini! Kali ini saya mau review buku penulis favorit saya, yaitu Dee atau Dewi...
-
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ is represented as 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26. … Then: H-A-R-D-W-...
-
Saturday night. Nothing special. I spent my whole time in front of my laptop and surfing the internet. Downloading the new chapter of Na...
-
If you wanna read this post, please press Ctrl+A first! I dunno exactly what I feel, but now I feel uncomfortable with my surrounding. I ...


