Hellooooooo, kembali lagi bersama saya Frela dari hiatus yang sangat lama kurang lebih 1 tahun 5 bulan huehehehehe
Saya hadir kembali nih. Pada kangen nggaaaaaaaaakkkkk?
Kali ini blog ini akan berubah konsep lagi. Yuhuuuuuuuu.
Sekarang, saya mau banyakin review2 gitu tentang buku yang saya suka
dan film atau drama2 gitu.
Dari dulu memang pingin banget bikin kayak ginian hehehe
Okeeeeeee kita cekidot langsung aja.
Untuk posing pertama, saya akan mereview buku Perahu Kertas jeng jeng jeng.
![]() |
| Perahu Kertas by Dee |
Kenapa kok Perahu Kertas?
Yap pasti semua udah pada tau, novel karya Dee ini kan fenomenal bangeeeeettttt.
Selain itu saya suka banget sama buku ini hihihi :D
Selain itu saya suka banget sama buku ini hihihi :D
Sebenernya baca novel ini udah dari jaman kelas 2 SMA sih wowowow,
dulu masih awal-awal terbit gitu.
Ini dia profil bukunya.
Judul
Judul
Judul :
Perahu Kertas
Pengarang : Dewi Lestari
Editor : Hermawan Aksan
Penerbit : Truedee Pustaka Sejati
Tahun terbit : Agustus 2009
Pengarang : Dewi Lestari
Editor : Hermawan Aksan
Penerbit : Truedee Pustaka Sejati
Tahun terbit : Agustus 2009
Nah, sekarang mari review.
Review di sini berdasarkan pendapat saya dan sudut pandang saya.
Jadi kalau ada yang gak berkenan ya...... namanya juga pendapat kan.
Perahu Kertas ini bercerita tentang Kugy dan Keenan.
Yak. Siapa Kugy dan siapa pula Keenan?
Mereka adalah dua orang manusia yang punya mimpi yang agak anti-mainstream.
Kugy punya cita-cita jadi pendongeng, sedangkan Keenan jadi pelukis.
Tapi usaha untuk menggapai mimpi mereka ini cukup sulit dan banyak rintangan.
Kugy adalah sesosok cewek mungil yang tergila-gila sama dongeng.
Dia menganggap bahwa diirinya adalah agen Neptunus,
Kugy rutin ngirimin surat yang dilipat jadi perahu kemudian dialirkan ke sungai
tujuannya untuk sampe ke Neptunus.
Di surat-surtanya Kugy sering cerita apapun ke Neptunus.
Kugy bercita-cita jadi pendongeng.
Keenan adalah seorang cowok yang cerdas, unik, dan pandai melukis.
Keenan bercita-cita menjadi pelukis namun ayahnya gak pernah setuju kalau Keenan jadi pelukis. Ayahnya cuma mau Keenan nerusin perusahaan bisnis ayahnya.
Nah, disini Keenan sama Kugy ketemu waktu sama-sama kuliah di Bandung.
Mereka sering menghabiskan waktu bersama dan berbagi cerita akan cita-cita masing-masing. Keenan yang meyakinkan Kugy kalau ia pasti bisa jadi pendongeng begitu juga sebaliknya.
Tanpa disadari mereka saling jatuh cinta, namun mereka tidak pernah menyatakannya secara langsung. Sampai pada suatu saat mereka saling terpisah dan memendam cinta selama bertahun-tahun.
Kugy yang ngebut kuliah hingga lulus dan kerja di kantor advertising dan Keenan yang pergi meninggalkan Jakarta ke Ubud untuk menenangkan diri dan mulai untuk melukis lagi.
Mereka yang tidak pernah memaksakan cintanya namun pada akhirnya mereka kembali bersama lagi.
Karena hati itu dipilih, bukan memilih.
Yaaaaaak, kurang lebih ceritanya gitu.
Ini adalah karya keenam Dewi Lestari yang bernama pena Dee.
Menurut saya, ini adalah novel Dee yang paling ringan untuk dibaca.
Ceritanya mengalir seperti hidup dan memiliki nyawa, pencitraan yang dilakukan oleh Dee pun sangat baik sehingga sebagai pembaca dapat membayangkan kondisi dan tempat yang ada pada novel tersebut.
Karakter yang dibangun pun begitu unik dan out of the box.
Bahasa dan diksi yang digunakan pun sangat menarik, tidak njelimet, dan asyik untuk diikuti.
Novel ini juga jadi best seller yang kemudian diangkat ke layar lebar yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film nya pun tidak kalah fenomenal.
Intinya, novel ini recommended dan worth it banget untuk dibaca.
Bikin penasaran dan nggak ngebosenin. Yuhuuuuuuuuuuu.
Okeeeeee, sekian dulu review Perahu Kertas nya.
Sampai jumpa di postingan berikutnya.
Salam zuper hectic,
Frela Putri :)
Kugy bercita-cita jadi pendongeng.
Keenan adalah seorang cowok yang cerdas, unik, dan pandai melukis.
Keenan bercita-cita menjadi pelukis namun ayahnya gak pernah setuju kalau Keenan jadi pelukis. Ayahnya cuma mau Keenan nerusin perusahaan bisnis ayahnya.
Nah, disini Keenan sama Kugy ketemu waktu sama-sama kuliah di Bandung.
Mereka sering menghabiskan waktu bersama dan berbagi cerita akan cita-cita masing-masing. Keenan yang meyakinkan Kugy kalau ia pasti bisa jadi pendongeng begitu juga sebaliknya.
Tanpa disadari mereka saling jatuh cinta, namun mereka tidak pernah menyatakannya secara langsung. Sampai pada suatu saat mereka saling terpisah dan memendam cinta selama bertahun-tahun.
Kugy yang ngebut kuliah hingga lulus dan kerja di kantor advertising dan Keenan yang pergi meninggalkan Jakarta ke Ubud untuk menenangkan diri dan mulai untuk melukis lagi.
Mereka yang tidak pernah memaksakan cintanya namun pada akhirnya mereka kembali bersama lagi.
Karena hati itu dipilih, bukan memilih.
Yaaaaaak, kurang lebih ceritanya gitu.
Ini adalah karya keenam Dewi Lestari yang bernama pena Dee.
Menurut saya, ini adalah novel Dee yang paling ringan untuk dibaca.
Ceritanya mengalir seperti hidup dan memiliki nyawa, pencitraan yang dilakukan oleh Dee pun sangat baik sehingga sebagai pembaca dapat membayangkan kondisi dan tempat yang ada pada novel tersebut.
Karakter yang dibangun pun begitu unik dan out of the box.
Bahasa dan diksi yang digunakan pun sangat menarik, tidak njelimet, dan asyik untuk diikuti.
Novel ini juga jadi best seller yang kemudian diangkat ke layar lebar yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film nya pun tidak kalah fenomenal.
Intinya, novel ini recommended dan worth it banget untuk dibaca.
Bikin penasaran dan nggak ngebosenin. Yuhuuuuuuuuuuu.
Okeeeeee, sekian dulu review Perahu Kertas nya.
Sampai jumpa di postingan berikutnya.
Salam zuper hectic,
Frela Putri :)

No comments:
Post a Comment