Hidup itu gak selalu berjalan dengan mudah.
Hidup itu kejam dan keras.
Hidup itu tergantung bagaimana kita menyikapi kehidupan kita sendiri.
Dalam hidup juga manusia sering mengalami keterpurukan.
Sebagai manusia, kita gak lepas dari kelebihan dan juga kekurangan.
Biasanya sih gara-gara kekurangan itu kita sering banget ngerasa dalam keterpurukan.
Yaps, keterpurukan yang bisa bikin kita seperti manusia gak berguna di muka bumi ini.
Di saat-saat yang kacau, saya sering banget ngerasa jadi orang terbodoh,
bukan satu atau dua kali tapi sering kali.
Kalau udah kayak gini, saya selalu nyalahin diri saya sendiri dan
saya cuma bisa termenung memikirkan perbuatan apa yang udah pernah saya lakuin.
Yes, I just doing nothing.
Saya sering banget mikir kalau saya ini cuma manusia yang menuh-menuhin bumi yang udah sesak ini,
saya sering banget benci sama diri kalau lihat orang lain yang lebih daripada saya.
Saya iri banget kenapa saya gak bisa kayak mereka.
Saya iri banget kenapa saya gak bisa kayak mereka.
Saya ini bagaikan parasit yang cuma bisa numpang hidup dari orangtua dan
berbuat sesuai kehendak saya tanpa pikir panjang.
Dan ujung-ujungnya saya cuma bisa menyesal dan menangis.
Dan ujung-ujungnya saya cuma bisa menyesal dan menangis.
Dibandingin kelebihan, mungkin kekurangan saya lebih banyak dan saya gak tau gimana caranya bikin suatu kekurangan ini jadi kelebihan saya.
Saya terlalu terpaku sama segala kekurangan saya
dan jarang mencoba menggali potensi yang ada dalam diri saya.
Saya terlalu terpaku sama segala kekurangan saya
dan jarang mencoba menggali potensi yang ada dalam diri saya.
Jujur aja, saya memang bukan orang penting kayak pak presiden.
Bukan juga orang cantik dan seksi kayak Angelina Jolie atau Titi Kamal.
Bukan juga orang yang berduit kayak Bill Gates.
Bukan juga orang yang pintar kayak Albert Einstein atau Galileo.
Bukan juga orang yang sedermawan Oprah Winfrey.
Bukan juga orang yang rajin kayak Farah(temen sekelas.red).
Bukan juga orang yang gaul kayak anak-anak metropolitan.
Bukan juga orang yang gaul kayak anak-anak metropolitan.
Tapi saya terus berusaha buat jadi sesuatu,
dengan jalan dan cara saya sendiri.
Saya akan meraihnya sekuat dan semampu saya,
sampai semuanya tercapai.
Karena saya percaya kalau Allah SWT itu ngasih apa yang kita butuh
dan apa yang terbaik buat kita, bukan apa yang kita mau.
sampai semuanya tercapai.
Karena saya percaya kalau Allah SWT itu ngasih apa yang kita butuh
dan apa yang terbaik buat kita, bukan apa yang kita mau.
Bodoh juga kalau terus-menerus memojokkan diri sendiri di saat keadaan lagi kacau.
Seharusnya, saya instrospeksi diri untuk merubah semuanya
walaupun itu hanya perubahan kecil.
Saya sangat yakin kalau nanti yang kecil itu akan bertumpuk menjadi sesuatu.
Sering terlintas dalam pikiran saya kalau dunia itu gak adil.
Dunia hanya ada buat mereka-mereka yang kuat dan berkuasa.
Namun, animo saya tentang itu berubah kalau melihat orang-orang yang ada di bawah saya.
Coba deh liat anak-anak jalanan!
Pasti hidupnya keras dan berat banget.
Boro-boro sekolah, nyari duit buat makan aja udah susah tapi mereka gak pernah lelah buat ngelawan arus kehidupan yang sangat pahit.
Coba sekarang tengok anak-anak yang cacat fisik!
Mereka juga masih bisa bertahan hidup dan terus berusaha agar kita(orang normal.red) tidak memandang mereka dengan sebelah mata.
Mereka malah bisa berprestasi dengan segala kekurangan yang mereka punya.
Kalau hidup bisa milih, mereka juga gak akan mau jadi orang yang serba kekurangan.
Semua juga mau hidupnya enak dan serba cukup.
Mereka malah bisa berprestasi dengan segala kekurangan yang mereka punya.
Kalau hidup bisa milih, mereka juga gak akan mau jadi orang yang serba kekurangan.
Semua juga mau hidupnya enak dan serba cukup.
Harusnya, saya bersyukur punya bagian tubuh yang lengkap, akal sehat
masih bisa ngerasain bangku sekolah, masih bisa main-main,
masih bisa bercanda bareng teman-teman, punya kehidupan layak, dan
masih punya kedua orangtua yang lengkap.
Saya gak pantes buat putus asa.
Saya gak pantes buat putus asa.
Sebenarnya, dunia itu adil tetapi berbeda.
Sebagai contoh:
Kalau semua orang di dunia ini kaya
pasti nanti orang-orang pada malas, roda ekonomi gak berputar.
Nantinya gak bakal ada lagi pedagang-pedagang atau orang-orang yang membutuhkan.
Kehidupan cuma stuck di situ aja, gak ada keseimbangan sama sekali.
Justru, perbedaan itulah yang bikin dunia itu unik dan gak monoton.
Semuanya berjalan dengan seimbang dan apa adanya.
Allah SWT udah menciptakan kita sebagaimana mestinya dan
tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan makhluk-Nya.
Kenapa kita bisa terpuruk?
Karena Allah ingin mengingatkan kita bahwa kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita punya dan masih banyak orang di luar sana yang kehidupannya jauh lebih buruk daripada kita.
Jangan sampai keterpurukan ini berlarut-larut dan membuat kita putus asa,
lalu melakukan hal bodoh seperti bunuh diri, nge-drugs, dan perbuatan konyol lainnya.
Keterpurukan ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita agar kita kembali bangkit
dan akan terus menjalani hidup ini dengan ikhlas dan apa adanya.
Jalani hidup kita dengan cara kita sendiri(cara yang benar tentunya.red).
Tetaplah beribadah dan beramal agar kita dekat dengan-Nya.
When you're down, don't let yourself getting worse. Be a better person! :)
When you're down, don't let yourself getting worse. Be a better person! :)
Semoga postingan ini berguna :)
No comments:
Post a Comment